Kuningan - SabaraNews - Moment jumpa pers Bupati Kuningan Dian Rahmat Yanuar dengan sejumlah wartawan undangan di RM Amih Di Desa Cibentang , (Selasa 10/2) Kramat Mulya akhirnya terendus wartawan yang tidak diundang dan timbul pertanyaan.
Ke penasaran pun muncul , kenapa hal itu dilakukan ?
Dari kepenasaran , sejumlah wartawan yang tidak mendapat undangan , mendatangi lokasi kegiatan tersebut.
Abun dan temannya Zulhisby mengaku , meski malu tidak diundang , karena rasa penasaran, maka akhirnya mereka menyempatkan datang ke acara. " Malu juga sih sebetulnya , tidak dapat undangan maksa datang kesini " jelas Abun Burhanudin . Abun merupakan wartawan senior era bupati Aripin dan pernah menduduki beberala jabatan strategis di beberap media , terakhir menjadi pemprus di salah satu media lokal Kuningan.
Abun mengaku kalau dirinya tahu ada acara jumpa pers bupati dari temannya yang memang diundang.
Rasa kepenasaran Abun pun semakin memuncak , ketika ada rekan lainnya , Gusbur mewanti-wanti agar dirinya tidak melakukan kegiatan jurnalis atau melakukan peliputan. " Jangan diliput , ini pesan dari kepala bagian protokoler prokopimda , Ucu Sukmawati" begitu Agus memperingatkan.
Sayangnya , tidak ada keterangan resmi dari Ucu Sukmawati terkait pelarangan publikasi Jumpa Pers Bupati Kuningan di RM Amih itu.
Dalam acara yang terkesan santai , Bupati Kuningan Dian Rahmat Yanuar mengaku tidak tahu kalau akan ada pertemuan dengan wartawan di RM Amih . Dian cuma berpesan ,agar media mau bersinergis dengan pemkab Kuningan dalam membangun Kuningan sesuai harapan . " Alhamdullillah , Kuningan sekarang sedang berbenah , yang tadinya terpuruk , dimana posisi neraca keuangan daerah minus atau depisit , Kuningan masih mampu memberikan catatan bagus di raport nasional . Mulai dari angka pengangguran yang menurun drastis , laju pertumbuhan ekonomi yang merangkak naik juga penuntasan kewajiban utang daerah yang mulai tertutupi . Finish nya nanti akhir 2026 , semua kewajiban daerah akan terlunaskan. Dan di tahun 2027 nanti kita sudah bisa mulai melesat ". Begitu kata Dian menutup pembicaraan .
Pada kesempatan itu , tidak ada pembahasan isyu yang sedang mencuat, seperti isyu LKS , dugaan tunjangan anggota DPRD yang mal regulasi , Tata kelola air dan soal Rencana Pansus PDAM oleh DPRD .
( dik Oi )
