Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo berbicara dalam peresmian tiga pusat studi strategis baru di bawah STIK Polri di Jakarta, Kamis (27/11/2025) Sabaranews@com - Divisi Humas Polri.

Patroli88investigasi
0



 Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo berbicara dalam peresmian tiga pusat studi strategis baru di bawah STIK Polri di Jakarta, Kamis (27/11/2025) Sabaranews@com - Divisi Humas Polri.


Divisihumaspolri Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr  Dedy Prasetyo , S. H., M. Si., M. M., Menegaskan  bahwa pembentukan pusat - pusat Studi baru  di STIK - Lemdiklat polri merupakan langkah  visioner untuk memperkuat ilmu Kepolisian berbasis riset. Menurutnya polri harus sejajar dengan negara maju yang mengandalkan evidence - based policing dalam setiap kebijakan. ia menyebutkan pusat - pusat kajian di Amerika serikat, Inggris, Australia hinga cina telah menjadi laboratorium menjadi kebijakan publik yang menopang efektivitas kepolisian. Sehingga, peningkatan riset strategis menjadi kebutuhan mendesak di tengah tangtangan keamanan yang semakin kompleks - yang mulai dari kejahatan saiber, lintas negara, radikalisme hingga disiformasi.

Tiga pusat  Studi baru diperkenalkan : pusat Studi hukum, pusat studi kehumasan, dan pusat Studi pasifik - Oseania, yang melengkapi enam pusat Studi lain seperti antikorupsi, terorisme, cyber, pemolisian masyarakat, dan keamanan lintas sektoral, seluruh diproyeksikan menjadi kebijakan laboratorium polri yang menghasilkan kajian strategis dan pemetaan ancaman.

Wakapolri juga menekankan pentingnya pusat kajian SDM , mengingat polri mengelola lebih dari 481 ribu personel, jumlah terbersar kedua di dunia setelah cina.
Kedepan, polri menyiapkan pusat Studi forensik dan teknologi kepolisian untuk mendorong inovasi serta membangun industri keamanan nasional. Kerja sama internasional juga terus diperluas dengan 43 universitas dalam negeri dan berbagai institusi luar negeri.



HMS / Degading 

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)