Anggota DPR RI asal Aceh, M. Nasir Djamil, meminta aparat negara agar mengedepankan kecerdasan dan rasionalitas dalam menghadapi masyarakat, bukan menggunakan kekerasan.

Wida
0


Jakarta - SabaraNews - Anggota DPR RI asal Aceh, M. Nasir Djamil, meminta aparat negara agar mengedepankan kecerdasan dan rasionalitas dalam menghadapi masyarakat, bukan menggunakan kekerasan. Menurutnya, tindakan represif justru dapat memicu persoalan baru dan membuka ruang bagi pihak-pihak yang ingin mengacaukan situasi di Aceh, yang saat ini tengah fokus menangani bencana banjir besar dan tanah longsor.


Nasir menegaskan, perpanjangan status tanggap darurat hingga 8 Januari 2026 diharapkan tidak berubah menjadi “darurat kekerasan”. Ia juga mengimbau masyarakat agar bersikap rasional dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.


Selain itu, Nasir Djamil berharap pimpinan institusi aparat negara, baik sipil, militer, maupun kepolisian di Aceh, meningkatkan kuantitas dan kualitas koordinasi dalam penanggulangan bencana serta menyikapi dinamika sosial di tengah masyarakat.


Terkait aksi yang menuntut agar bencana di Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) ditetapkan sebagai bencana nasional, Nasir menyarankan agar unjuk rasa dilakukan secara tertib dan damai. Ia mengajak masyarakat menunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa rakyat Aceh adalah masyarakat yang beradab dan cinta damai.

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)