Intisari Penguatan HAM di Lapas Garut mengubah pola pikir warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Wida
0


GARUT - SabaraNews - 09/03/2026 , Intisari Penguatan HAM di Lapas Garut Kegiatan yang berlangsung di lapas Garut kelas IIA ini dipimpin langsung oleh Kakanwil Kemenham Jabar, Hasbullah Fudail, dengan fokus utama mengubah pola pikir warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik.



Pesan Kunci dari Kakanwil Jabar melalui Refleksi pembicaraan bahwa "Menghuni penjara bukan akhir segalanya", Banyak tokoh dunia yang pernah dipenjara justru melakukan perubahan besar dan menjadi orang hebat setelah bebas. Perubahan Perilaku Masa pembinaan harus dijadikan momentum untuk memperbaiki sikap dan perilaku.



Rasa Empati dan realitanya Menyadari bahwa tidak semua warga binaan masuk karena kesengajaan murni (bisa karena bujuk rayu atau keterpaksaan), sehingga martabat mereka tetap harus dihormati.


Kegiatan tersebut bertujuan Meningkatkan pemahaman HAM dan keseimbangan antara hak serta kewajiban warga binaan (WBP) , serta diketahui bahwa Hak WBP Pemenuhan hak biologis, hak menyampaikan saran/masukan secara prosedural, dan layanan pembinaan yang manusiawi.


Kewajiban WBP Mematuhi peraturan Lapas, mengikuti program pembinaan, serta menghormati petugas dan sesama penghuni, Prinsip Utama Menjunjung tinggi sikap non-diskriminasi meskipun setiap individu memiliki latar belakang yang berbeda.


Capaian Lapas Kelas IIA Garut Kepala Lapas, Rusdedy, menegaskan komitmennya dalam menyediakan fasilitas pendukung dan pelayanan yang berorientasi pada penghormatan martabat manusia, memastikan bahwa hak asasi setiap warga binaan tetap terpenuhi meski dalam masa pidana.


Dari intisari tersebut Keseimbangan adalah kunci , Hak asasi diberikan sejalan dengan pelaksanaan kewajiban dan ketaatan pada aturan hukum yang berlaku di dalam lembaga pemasyarakatan.


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)