Gibas Tunaikan Janji" Aksi Hitamkan Balaikota, Gibas Kota Bogor Desak Pencopotan Kadis PUPR Bogor dan Tuntaskan Proyek Paledang
Kota Bogor, — SabaraNews - Gelombang aspirasi memadati gerbang Balaikota Bogor pada Kamis, 23 April. Ratusan massa yang tergabung dalam Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gibas Kota Bogor menggelar aksi damai sebagai bentuk kritik keras terhadap kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor.
Aksi yang bermula dengan tensi tinggi ini membawa tuntutan tunggal yang tajam: Mendesak Walikota Bogor untuk segera mencopot Kepala Dinas PUPR.
Ketegangan yang Berujung Dialog
Suasana di depan Balaikota sempat memanas. Gesekan fisik antara massa aksi dengan petugas Satpol PP dan kepolisian tak terhindarkan saat pagar pembatas mulai diguncang. Namun, situasi yang sempat "bersitegang" tersebut berhasil diredam melalui pendekatan persuasif.
Ketegangan mencair saat perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membuka pintu gerbang dan mengajak massa untuk berdiskusi secara bermartabat. Pertemuan tersebut kemudian difasilitasi di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, mengubah riuh demonstrasi menjadi dialog konstruktif.
Integritas dan Urgensi TPT Paledang
Ketua Gibas Kota Bogor, Umar Jagad, menegaskan bahwa aksi ini merupakan manifestasi rasa cinta mereka terhadap Kota Bogor. Sebagai kontrol sosial, Gibas menyoroti lambatnya penyelesaian proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) di Jalan Paledang, Bogor Tengah, yang dianggap mengganggu fasilitas publik.
"Kami mendesak Walikota untuk mencopot Kadis PUPR. Ini soal integritas. Kami melihat adanya ketidakseriusan dalam mengelola infrastruktur kota, terutama proyek Paledang yang tak kunjung tuntas," ujar Umar Jagad dengan nada tegas.
Ancam Kerahkan Massa Se-Jawa Barat Meski diterima dengan baik oleh perwakilan Pemkot Bogor, Gibas memberikan peringatan keras. Pihak Pemkot menyatakan akan mengkaji seluruh tuntutan yang disampaikan, namun bagi Gibas, janji saja tidak cukup.
Umar Jagad memberikan ultimatum bahwa jika tuntutan mereka diabaikan, pihaknya tidak segan untuk meningkatkan skala aksi.
"Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, kami akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar. Gibas akan menghitamkan Balaikota dengan massa dari seluruh Jawa Barat," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Bogor berkomitmen untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui mekanisme evaluasi internal terhadap kinerja dinas terkait. Jalannya aksi ditutup dengan tertib, menyisakan pesan kuat bagi pemangku kebijakan di Kota Hujan.



Posting Komentar