Sabaranews
JAKARTA, 16 Juli 2026 – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Deden Hardening, mengimbau seluruh tenaga pendidik mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) di seluruh Indonesia untuk meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Menurut H. Deden Hardening, dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus mampu membangun kesadaran siswa terhadap ancaman sosial yang dapat merusak masa depan mereka.
"Generasi muda adalah aset bangsa. Jangan sampai mereka menjadi korban narkoba maupun bullying yang dapat menghancurkan masa depan. Kami mengajak seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik untuk bersama-sama memberikan edukasi secara berkelanjutan kepada para siswa," tegas H. Deden Hardening.
Ia menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba dan praktik bullying menjadi persoalan serius yang harus dicegah sejak dini melalui pendekatan edukatif. Berbagai lembaga pemerintah juga terus mendorong penguatan pendidikan karakter dan sosialisasi bahaya narkoba serta pencegahan bullying di sekolah sebagai langkah preventif.
Sebagai bentuk komitmen nyata, FRIC siap membantu sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dengan menghadirkan pemutaran film edukasi tentang bahaya narkoba dan bullying yang dikemas secara menarik, mudah dipahami, serta menyentuh sisi psikologis para pelajar.
"Film edukasi memiliki kekuatan visual yang mampu memberikan pemahaman lebih mendalam kepada siswa. Kami berharap melalui media ini para pelajar semakin sadar akan dampak buruk narkoba dan bullying, baik bagi korban maupun pelaku," ujar H. Deden.
Program tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Selain pemutaran film, FRIC membuka peluang kolaborasi dengan sekolah, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, BNN, serta berbagai elemen masyarakat untuk menyelenggarakan seminar, penyuluhan, dan dialog interaktif mengenai pencegahan narkoba dan perundungan.
Sekjen DPP FRIC menambahkan bahwa membangun karakter generasi muda merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan kondusif.
"FRIC mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergerak bersama. Jangan biarkan narkoba merusak masa depan anak-anak kita, dan jangan beri ruang bagi bullying di lingkungan pendidikan. Mari kita wujudkan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, berkarakter, serta melahirkan generasi Indonesia yang sehat, berprestasi, dan berakhlak mulia," pungkas H. Deden Hardening.
Trisno


