JAKARTA, //SabaraNews.com 28 Oktober 2026 — Kepedulian Polri terhadap masyarakat kembali ditunjukkan melalui perhatian kepada pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban kecelakaan di kawasan Blok M, Jakarta. Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., memastikan korban memperoleh pendampingan moril dan materiil, termasuk jaminan pembiayaan serta penanganan medis hingga sembuh total.
- Langkah tersebut menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap warga yang mengalami musibah dan membutuhkan pertolongan.
Dalam penanganan korban, Polri memastikan kebutuhan medis menjadi prioritas. Apabila kondisi klinis memungkinkan, korban akan direkomendasikan untuk menjalani perawatan di RS Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto atau RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, guna memperoleh penanganan yang optimal sesuai kebutuhan medisnya.
- Jaminan pendampingan ini diharapkan dapat meringankan beban korban dan keluarga, sehingga korban bisa menjalani proses pemulihan dengan lebih tenang tanpa harus menghadapi persoalan pembiayaan medis seorang diri.
Kepedulian tersebut juga menjadi wujud nyata nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Di tengah tugas menjaga keamanan, penegakan hukum, dan memberikan perlindungan kepada masyarakat, Polri turut hadir memberikan bantuan ketika warga menghadapi situasi sulit.
- Polri Hadir untuk Kemanusiaan
- Perhatian terhadap pengemudi ojol ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan kemanusiaan harus selalu menjadi prioritas. Setiap warga yang tertimpa musibah berhak mendapatkan perhatian, perlindungan, serta penanganan yang layak sesuai ketentuan dan kebutuhan medis.
Komitmen pendampingan terhadap korban kecelakaan di Blok M tersebut diharapkan menjadi bukti bahwa semangat Polri Presisi tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan keamanan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
- Polri hadir, peduli, dan bergerak untuk kemanusiaan. Bagi korban dan keluarga, dukungan tersebut bukan sekadar bantuan, melainkan juga harapan agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik hingga kondisi kesehatan kembali pulih.
(Wida)



