Guru Madrasah Jangan Jadi Guru Kurikulum
Kuningan ( Sabara News )
Bupati Kuningan Dian Rahmat Yanuar , berpesan pada para guru madrasah di wilayah V Kuningan agar jangan jadi guru kurikulum yang selalu mengikuti aturan baku, tetapi harus menjadi guru yang inspiratif.
Saat ini , menurut Dian , 90 % merupakan guru kurikulum dan sisanya 10 % merupakan guru inspiratif , " Mudah - mudahan yang 10 % ini merupakan guru di madrasah , yang diharapkan mampu menciptakan generasi yang cerdas secara spritual dan tekhnologi .
Tantangan kedepan , pembelajaran visual , metode pembelajaran digital sebagai tekhnologi informasi dan edukasi lebih disukai peserta didik , untuk itu guru madrasah harus bertranformasi menguasai tekhnologi digital, pesan Dian pada acara work shop guru dan kepala sekolah madrasah yang diselebggarakan PC PGMNI Kuningan.
Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW ) PGMNI Jawa Barat Ahmad Luthfi menegaskan , sebagai organisasi profesi PGMNI selalu berjuang untuk mensejahterakan semua guru madrasah baik dalam kesempatan ber-karir maupun penghasilan. " Kedepan nanti , semua guru-guru madrasah akan diperjuangkan masuk P3K ,sama seperti guru umum lainnya." begitu janji AhmadAgenda work shop kepala madrasah dan guru madrasah , dilaksanakan setelah prosesi pelantikan PC PGMNI Kuningan V Enda Suhenda periode ( 2026 - 2031 ) pada Sabtu ( 25/4 ) di audoturium Lantai 3 Setdakab Kuningan dengan tema
Sinergi guru dan kepala madrasah dalam membangun lingkungan belajar yang sehat dan inspiratif.
Selain Bupati Kuningan , hadir sebagai undangan Kadisdik Kuningan Elon Carlan , Komisi III DPR Propinsi Jabar Dudy Pamuji , Kemenag Kuningan Atep Baharudin dan Ketua PGMNI Kab dan Propinsi Jabar.
( didi / m trisno ).



Posting Komentar