KUNINGAN, //SabaraNews.com - Kekhawatiran menyelimuti keluarga Sukmawati, warga Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Hingga Senin (10/8/2026), Sukmawati dikabarkan sudah delapan hari tidak pulang ke rumah dan keberadaannya masih belum diketahui pihak keluarga.
- Delapan hari tanpa kepastian membuat keluarga terus berupaya mencari informasi mengenai keberadaan Sukmawati.
Tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab maupun kondisi yang bersangkutan, keluarga memilih meminta bantuan masyarakat untuk bersama-sama memberikan informasi apabila pernah melihat atau mengetahui keberadaan Sukmawati.
Yuni Nurawengi selaku pihak keluarga berharap kepedulian masyarakat dapat membantu membuka petunjuk mengenai keberadaan Sukmawati.
“Kami sangat berharap bantuan dari masyarakat. Kalau ada yang pernah melihat Sukmawati atau mengetahui keberadaannya, mohon segera memberikan informasi kepada kami, aparat desa, maupun kepolisian. Sekecil apa pun informasi itu sangat berarti bagi keluarga,” ujar Yuni.
- Pihak keluarga menegaskan bahwa pencarian masih terus dilakukan. Setiap informasi yang masuk diharapkan dapat disampaikan melalui jalur yang tepat sehingga dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh keluarga maupun aparat berwenang.
Keluarga juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuat atau menyebarkan dugaan yang belum terverifikasi terkait keberadaan Sukmawati. Informasi yang tidak benar justru dikhawatirkan memperkeruh keadaan dan menyulitkan proses pencarian.
Aparat Desa Haurkuning diharapkan dapat membantu menyebarluaskan informasi pencarian sekaligus berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila masyarakat menemukan petunjuk mengenai keberadaan Sukmawati.
Di tengah penantian yang semakin panjang, keluarga hanya berharap satu hal: Sukmawati segera ditemukan dan dapat kembali ke rumah dalam keadaan selamat.
- Bagi masyarakat yang mengetahui, melihat, atau mendapatkan informasi mengenai keberadaan Sukmawati, keluarga mengimbau agar segera menghubungi Yuni Nurawengi selaku pihak keluarga, aparat Desa Haurkuning, atau kepolisian terdekat.
Delapan hari mungkin terdengar singkat bagi sebagian orang, tetapi bagi keluarga yang menunggu tanpa kepastian, setiap jam terasa sangat berarti.
(Wida)




