-->
Telusuri
24 C
id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Berita Terkini
  • Nasional
    • Nasional
    • Daerah
    • TNI - POLRI
    • Hukum
    • Peristiwa
  • Daerah
    • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI - Polri
  • Hukum
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • RTL LanguageNew
    • ChangelogNew
Sabaranews
Telusuri
Sabaranews


 

Beranda FRIC - NASIONAL Di Desa Lebak Herang - Kec Ciwaru , Program BSPS Rutilahu Ditolak Warga Penerima , Bupati Janji Evakuasi Aturan Ritilahu
FRIC - NASIONAL

Di Desa Lebak Herang - Kec Ciwaru , Program BSPS Rutilahu Ditolak Warga Penerima , Bupati Janji Evakuasi Aturan Ritilahu

Trisnosabara
Trisnosabara
24 Apr, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 

 


  Kuningan ( Sabara News )

    Program BSPS - Rutilahu di beberapa desa penerima di Kab Kuningan , ditolak warga penerima. Hal ini dikarenakan warga yang menerima , harus memiliki uang sebagai cash flow untuk membiayai biaya perbaikan rumah sesuai RAB dan jenis pekerjaan sesuai rantek Tim Fasilitator Lapangan ( TFL ) . Ironisnya Rantek tidak sesui dengan kebutuhan kondisi kerusakan bangunan rumah.

    Kabid Perumahan DKPP Agung menjelaskan , " Tahun ini ada 100 bangunan rumah yang mendapat program BSPS - Rutilahu . Tersebar di 10 Desa di 5 Kecamatan dan 1 Kelurahan. Dan sekarang sedang dalam tahapanan evaluasi di lapangan." Jelas Agung. 

    Agung pun membenarkan kalau ada beberapa penerina program BSPS Rutilahu yang menolak , karena tidak memiliki uang cadangan untuk kekurangan biaya sebagai swadaya program. Lebih lanjut Agung menjelaskan , " Besaran anggaran BSPS - Rutilahu untuk keluarga penerima manfaat sama seperti tahun sebelumnya , yaitu 20 juta rupiah , rinciannya 17,5 untuk belanja alat bahan bangunan dan 2, 5 juta untuk upah. Kalau tidak cukup , tentu perlu ada swadaya masyarakat ." jelas Agung

    Program yang bisa menjadi solusi bagi warga yang benar-benar tidak mampu secara ekonomi , dalam memenuhi standar keamanan dan kenyamanan tempat tinggal , ternyata masih ada yang ditolak warga penerima program. Alasannya karena tidak ada uang untuk membiayai kekurangan belanja bahan sesuai RAB dimana point / jenis pekerjaannya nya telah ditentukan oleh TFP.

    Di lokasi penerima , bisa dilihat kalau jenis kerusakan bangunan kadang tidak menjadi acuan dalam menyusun RAB. Point pekerjaan lebih diutamakan pada pengkoloman badan bangunan rumah , meskipun hal itu tidak terlalu dibutuhkan karena kondisinya masih bagus dan kokoh. Keharusan pembuatan 6 struktur kolom dengan pembesian 10 / 8 dengan jarak cincin 15 cm pada program Rehab Rutilahu seperti dipaksakan. 

    Salah seorang warga penerima Ritilahu di Desa Lebak Herang , Nining Aningsih ( 60 ) menolak bantuan tersebut . Alasannya , karena dengan membuat kolom praktis , sisa uang belanja bahan / matrial yang diterima akan berkurang hampir separuh dari nilai bantuan. Padahal , kalau dilihat , kerusakan hanya pada bagian atap saja . " Bagian dinding bangunan masih kokoh dan aman sehingga tidak harus dikasih kolom , " begitu jelas Nining yang mengaku tahu hal itu dari seorang tukang bangunan di desanya. " Kalau tidak membuat kolom , uang 17,5 juta , mungkin cukup untuk mengganti bagian tertentu dari rangka atap rumah yang sudah rusak parah dan bisa ambruk , " begitu kata Nining. 

    Nining pun mengaku kalau dirinya hanya punya simpanan uang sekitar 5 jutaan dari hasil menabung kiriman uang anaknya di Jakarta.

     Hal yang sama dikatakan Wawan ( 56 ) , masih warga Lebak Herang , " Saya menolak , karena yang rusak hanya kusen pintu dan jendela ,tetapi karena harus harus membuat struktur kolom cor , pasti biayanya membengkak , karena harus bongkar atap juga , jadi 20 juta tidak akan cukup " ungkap Wawan 

Didik Budianto , seorang pemerhati kebijakan pemerintah menanggapi , " Ini program untuk masyarakat miskin yang tidak mampu memperbaiki rumah. Karena keterbatasan uang dan tidak mampu memperbaiki rumah , pemerintah jangan berlindung di aturan soal swadaya. Kepedulian sosial, partisipatif swadaya masyarakat saat ini mulai berkurang , jadi kalau dipaksakan pada juknis dan rantek RAB program , pasti susah dan ditolak penerima."

    Didik melanjutkan, " Idealnya , Fasilitator teknis dari program ini turun melihat kondisi bangunan ( rumah ) yang dapat bantuan , melihat bobot kerusakan, menyusun kebutuhan bahan /material lalu menyusun di RAB , jadi yang pentingnya saja sesuai kondisi kerusakan dan biaya tidak dibelanjakan pada jenis pekerjaan yang tidak penting " Jelas Didik mengkritisi.

    Menyikapi adanya penolakan program di beberapa desa karena alasan teknis , Bupati Kuningan Dian Rahmat Yanuar berjanji akan mengeval

Via FRIC - NASIONAL
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar



 




 




 




 


Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Satresnarkoba Polres Kuningan Tangkap Warga Bekasi Pengedar Sabu dan Ekstasi kini di sel.

Wida- April 24, 2026 0
Satresnarkoba Polres Kuningan Tangkap Warga Bekasi Pengedar Sabu dan Ekstasi kini di sel.
Kuningan  - SabaraNews - Jajaran satresnarkoba tangkap satu orang warga Sukadana Sukatani kabupaten Bekasi  Pengedar Sabu sabu dan Ekstasi Kini di sel. Sat…

Most Popular

Gibas Tunaikan Janji" Aksi Hitamkan Balaikota, Gibas Kota Bogor Desak Pencopotan Kadis PUPR Bogor dan Tuntaskan Proyek Paledang

Gibas Tunaikan Janji" Aksi Hitamkan Balaikota, Gibas Kota Bogor Desak Pencopotan Kadis PUPR Bogor dan Tuntaskan Proyek Paledang

April 22, 2026
Ketua Komisi III DPR Apresiasi Polisi Berhasil Ungkap Kematian Diplomat Kemlu

Ketua Komisi III DPR Apresiasi Polisi Berhasil Ungkap Kematian Diplomat Kemlu

Juli 30, 2025
Polres Purbalingga Gelar Simulasi Latihan Kesiapan Kesatuan Hadapi Kontijensi

Polres Purbalingga Gelar Simulasi Latihan Kesiapan Kesatuan Hadapi Kontijensi

April 22, 2026

Recent Comments

Editor Post

Melahirkan Akibat Hubungan Gelap sehingga malu ??  Seorang ibu tega bunuh bayinya di kamar mandi

Melahirkan Akibat Hubungan Gelap sehingga malu ?? Seorang ibu tega bunuh bayinya di kamar mandi

Juli 05, 2024
Pembodohan publik , rekayasa pencairan kredit fiktif oleh bank BRI cabang Kuningan Jabar makan banyak korban.

Pembodohan publik , rekayasa pencairan kredit fiktif oleh bank BRI cabang Kuningan Jabar makan banyak korban.

September 21, 2024
Dalam Rangka HUT TNI ke 79 Tahun 2024,  Forkopincam Jatigede Laksanakan Giat Makan Gratis di SDN Pamoyanan

Dalam Rangka HUT TNI ke 79 Tahun 2024, Forkopincam Jatigede Laksanakan Giat Makan Gratis di SDN Pamoyanan

September 21, 2024

Popular Post

Gibas Tunaikan Janji" Aksi Hitamkan Balaikota, Gibas Kota Bogor Desak Pencopotan Kadis PUPR Bogor dan Tuntaskan Proyek Paledang

Gibas Tunaikan Janji" Aksi Hitamkan Balaikota, Gibas Kota Bogor Desak Pencopotan Kadis PUPR Bogor dan Tuntaskan Proyek Paledang

April 22, 2026
Ketua Komisi III DPR Apresiasi Polisi Berhasil Ungkap Kematian Diplomat Kemlu

Ketua Komisi III DPR Apresiasi Polisi Berhasil Ungkap Kematian Diplomat Kemlu

Juli 30, 2025
Polres Purbalingga Gelar Simulasi Latihan Kesiapan Kesatuan Hadapi Kontijensi

Polres Purbalingga Gelar Simulasi Latihan Kesiapan Kesatuan Hadapi Kontijensi

April 22, 2026

Popular Categoris

  • FRIC245
  • FRIC - NASIONAL161
  • TNI - POLRI49
Sabaranews

SabaraNews

Media dan Informasi Jaringan Media Fast Respon Indonesia Center

Follow Us

© Newspaper Blogger Theme by SabaraNews
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siiber