KLATEN – SabaraNews - Sebuah peristiwa memilukan terjadi di lokasi Galian C Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Seorang pekerja operator alat berat bernama Andri, warga asal Rembang, Jawa Tengah, tewas setelah tertimpa material tanah dan batu akibat longsoran tebing yang terjadi pada Rabu sore (3/6/2026) pukul 17.00 WIB.
Kejadian bermula saat korban sedang menjalankan tugasnya mengoperasikan ekskavator di lokasi penambangan. Tanpa diduga, dinding tebing yang cukup tinggi di sisi lokasi galian tiba-tiba longsor dan langsung menimpa alat berat yang ditumpangi Andri. Warga sekitar yang mendengar suara gemuruh besar segera mendatangi lokasi dan berusaha memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal di tempat kejadian
"Iya benar, korban bernama Andri, operator ekskavator asal Rembang. Dia meninggal di lokasi karena tertimpa tebing yang longsor. Tebingnya memang tinggi dan kondisi tanahnya sudah terlihat rapuh sejak beberapa hari terakhir," ujar salah seorang warga setempat yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, kegiatan galian C tersebut dikelola oleh perusahaan bernama PT Sakelar Jaya Abadi. Menurut sumber yang dapat dipercaya, penanggungjawab utama kegiatan ini diketahui merupakan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klaten, sementara istrinya menjabat sebagai Kepala Desa Bandungan tempat lokasi penambangan berada. Hal ini pun menimbulkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait aspek perizinan, keamanan, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Hingga saat berita ini diturunkan, pihak awak media telah berupaya meminta konfirmasi kepada penanggungjawab kegiatan melalui pesan singkat WhatsApp, namun belum mendapatkan balasan atau tanggapan apapun. Begitu juga dengan pihak kepolisian maupun instansi terkait, belum ada pernyataan resmi yang disampaikan mengenai kronologi kejadian, penyebab pasti longsor, maupun status hukum dan perizinan lokasi galian tersebut.
Hingga kini, jenazah korban telah dievakuasi. Sementara itu, warga dan berbagai kalangan berharap kasus ini dapat ditangani secara transparan dan adil, serta menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan pekerja serta masyarakat sekitar tetap terjamin.
(Red)


